Cari Blog Ini

Memuat...

Minggu, 10 Maret 2013

DESA MLATEN



DESA MLATEN,,KEC.MIJEN,KAB.DEMAK,JAWA TENGAH



Proses pembangunan Masjid Baitur Rokhim MLATEN





PAGI yang cerah,secerah harapan masa depan yang aku impikan selama ini. Embun fajar setelah sholat subuh menambah spirit hidup,tanpa tercampur oleh polusi-polusi membuatku tergerak untuk jalan-jalan melihat perubahan pembangunan di desaku Mlaten (kec. Mijen Kab.Demak Prov.Jateng) dengan adikku terkecil yang sekarang masih duduk di bangku Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN MLATEN) di kelas VI,sebut saja Akbar yang fajar itu ikut menemaniku.
Nampak sinar mentari pagi mulai keluar dari ujung timur,menampakkan wajah bulatnya,yang spontan aku ucapkan subhanallah sungguh agung ciptaan-Nya,Kekuasaan-Nya,semuanya apa yang Engkau ciptakan adalah bermanfaat yang sangat besar bagi mahluk hidup di dunia ini,Allahu Akbar…!
Sinar mentari itu,menyoroti di setiap pojok-pojok desaku termasuk kami yang ada di tengah-tengah sawah saat itu,merasakan kebesaran ciptaa-Nya.Sambil menikmatinya kami di suguhi oleh pemandangan yang tak kalah indahnya yaitu natural village,ya desa yang bersuasana semua alami karena mayoritas penduduknya adalah petani,beribu-ribu hektar hamparan tanaman padi dari ujung timur hingga barat,yang pas di saat itu juga waktu musim padi.
Adikku Akbar sambil mendekatiku,menginginkan CIFAT(Cerita Bermanfaat) dariku,sambil berteduh di bawah pohon kami istirahat sambil menuruti permintaan si akbar.
Desa Mlaten itulah sebutannya dari warga masyarakat desa setempat maupun warga desa tetangga,tapi sebenarnya mlaten berasal dari sebuah nama bunga Mlati,karena di desa kami terdapat tanaman bunga-bunga mlati yang banyak,maka warga setempat dan kususnya sesepuh desa sebut saja ‘Mbah Buyut Dherso dan Mbah Buyut Nyai Sani’(sepasang suami istri) memberikan nama Desa MLATI,yang kurang lebihnya bila saya pahami,bunga mlati yang berarti bunga yang mempunyai keharumannya hingga 3 hari 3 malam belum hilang,dan mempunyai warna yang indah yaitu putih yang berarti suci,bersih tanpa ada noda sedikitpun. Kurang lebihnya mungkin Mbah Buyut Dherso,mengartikannya juga seperti itu.
Asumsi dari masyarakat bahwa Mbah Buyut Dherso dan Mbah Buyut Nyai Sani lah,yang pertama kali memasuki kawasan tersebut,dan menetap di wilayah itu,yang istilah jawanya bisa saya katakan ‘Babat Alas ’karena beliau lah yang memulai wilayah itu dengan susah payahnya,mulai dari menebang pohon-pohon liar,mencari tanah,merawatnya dan lain sebagainya. Hingga sekarang saya bisa rasakan jerih payahnya beliau demi anak cucu keturunannya.Dan sudah berabad-abad Beliau meninggal dunia,semoga al mahum dan al mahummah amal solehnya menjadi syafaatnya kelak di Akhiratnya,dan apabila masyarakat yang ingin berziarah kubur ke makamnya beliau,tempatnya di Desa Mlaten Gg.3 Mlati,Kec.Mijen,Kab.Demak jawa tengah,posisi letaknya 50 M sebelah barat dari masjid BaiturRahim.
Makam Beliau di jadikan satu dalam rumah kecil dan posisinya di tengah-tengah diantara kuburan masyarakat setempat. Dan mengenai karomah Mbah Buyut Dherso,sangatlah banyak sekali karena terbukti sudah banyak orang yang mencari makam waliyullah tersebut untuk berziarah kubur,dan khususnya di hari kamis sore hingga malam jum’atnya banyak masyarakat setempat dan orang asing berziarah kubur. Dan seiring berjalannya masa,kepemimpinan terus berubah, Sebuah kerja dari seperangkat desa Mlaten yang baik, yang dipimpin olek KADES yang baru ini,beliau KH. Hariyono yang merenovasi demi renovasi di makam tersebut dengan membangun cagar sekeliling makam dengan tembok bata,pengadaan sumber air dan rumah peristirahatan apabila ada yang meninggal dan tujuannya ialah demi kemajuan desa Mlaten.
Selain itu,bersama seperangkat kerja desa beliau juga mengadakan dobrakan’AIR JETPAM’ yang kemudian airnya di salurkan ke seluruh warga mlaten yang menginginkan dengan tarif nominal yang di tentukan,kehadirannya sangatlah di sambut dengan senang dan bangga atas jasa beliau,karena air tersebut sangatlah bermanfaat bagi kebutuhan sehari-harinya,meskipun ada sebagian warga yang kontra terkait dengan air jetpam tersebut karena lokasi yang di buat sumber air sekelilingnya berkurang.
Di Desaku Mlaten juga,terdapat lembaga pendidikan yang sudah memadai yang dimulai dari TPQ(di Gg.2) MADRASAH DINIYAH (di Gg.6 mlaten,sebelah utara MIN MLATEN),TK BUDI SIWI (di Gg.4 Mlaten),SD 2 (di Gg.1/’kidul Omah’),MIN MLATEN (Di Gg.6 mlaten),MTS Samailul Huda Mlaten (di sebelah selatan masjid dukuh/sebelah utara balai desa) dan terakhir SMA ISLAM AN-NIDHOM MLATEN (di Gg.3 sebelah selatan masjid Mlaten) dan saya pribadi,adalah salah satu alumni diantara dari lembaga pendidikan tersebut.
Jadi dari kesekian lembaga pendidikan tersebut,membuka lebar bagi generasi mendatang untuk bisa memulai hidupnya di bidang pendidikan yang ada di desa mlaten baik pendidkan umum maupun agama.
Sukses selalu dan bersungguh-sungguhlah untuk adik-adikku,gapailah cita-citamu,buwatlah senyum lebar untuk orang tuamu karena bangga mempunyai anak sepertimu yang pintar dan bermanfaat di masyarakat,pimpinlah dan ubahlah desamu agar lebih menjadi desa yang maju,sejahtera dan desa,DESANYA ORANG ALIM ULAMA’.
Tidak terasa waktu dzuhur akan tiba,adik kecilku tubuhnya merasa panas sinar matahari dan kemudian saya pun bergegas kembali ke rumah.
Demikian sekedar CIFAT(Cerita Bermanfaat) dari yang bisa saya tulis,sebenarnya masih banyak sekali hal-hal yang terkait di desa Mlaten tapi karena keterbatasan informasi dan waktu,meminta maaf Al Fakir tidak bisa menulius semuanya. Insyaallah di lain kesempatan apabila ada hal-hal yang terkait dengan desa Mlaten akan saya tulis kembali,dan akhirul kalam apabila ada kesalahan dan kekurangan dalam penulisan ini saya meminta kritik dan saran. Semoga bermanfaat......!!!
‘’APABILA ADA JARUM YANG PATAH
JANGANLAH DISIMPAN DIPETI’’’
--APABILA ADA TULISAN YANG SALAH...
--JANGANLAH DILAPORKAN KE PAK POLISI ...... !!!

Poskan Komentar